5 April 2014

Indonesia Putih: Maraknya Golput di Pesta 5tahunan Merah Putih


Pagi ini aku update status facebok
“Mungkin Indonesia bersih dari Golput jika pemilu 1 hari minimal libur 3 hari (ingat sekian % pemilih itu perantau)”
Itu yang aku tulis di FB, inspirasi? Entahlah hanya tiba-tiba terpikir seperti itu. Aku hidup diperantauan, di kota gudeg tempatnya. Tak jauh memang dari kota asalku purwokerto. Tapi tetap saja kota berjuluk kota pelajar ini memberikan kesan tersendiri bagi setiap pendatangnya, karena selain Jakarta, Bandung, Surabaya atau berbagai kota besar lainnya Jogjakarta adalah Indonesia versi mini. Disini kamu bisa bertemu dengan beragam suku di Indonesia mulai dari perantau ujung barat sampai ujung timur, ujung utara sampai ujung selatan (ujung selatannya ya orang jogja :p) ada dikotaJogjakarta ini. Mungkin karena ada universitas sekelas Gadjah Mada di kota ini, dan faktor lainnya ada berpuluh universitas, sekolah tinggi, ataupun sekolah akademik lainnya yang berdiri hampir di seluruh penjuru Jogjakarta sehingga bejibun perantau memilih Jogjakarta sebagai kota rantau mereka.


Apakah ada hubungannya dengan Pemilu? Jelas sekali ini berhubungan erat. Karena pemilih yang syarat utamanya 17 tahun ke atas menumpuk di kota-kota yang memiliki universitas sekelas Gadjah Mada. Dan hubungannya dengan golput pun begitu erat. Aku tak mengadakan survey hanya beberapa saat lalu aktivis kampus marak menyuarakan pindah TPS karena ‘kita dipilih untuk memilih’ dan akupun menanyakan beberapa teman yang untuk mudik saja perlu berjam-jam bahkan seharian penuh untuk bolak-balik. Dan mirisnya tak sedikit yang TIDAK mengurus pindah TPS.

Aku akui pemilu tahun ini pemerintah mengupayakan meminimalisir golput dengan menyediakan TPS dikampus, atau dengan syarat pindah TPS yang begitu mudah [(jika surat suara masih tersedia) tak perlu mengurus datang saja ke TPS terdekat dan pilihlah partaimu -> begitu sosialisasi yang aku dengar). Ini merupakan peningkatan dari pemilu tahun lalu. Tapi koq ya masih banyak yang enggan mengurus pindah TPS.

Akupun tak menyalahkan mereka, alasan mereka cukup logis.
11.   Pindah TPS bukan berarti dapat memilih calon legislatif di daerah asal, padahal telinga wakil rakyat yang paling dekat dengan masyarakat adalah para wakil yang duduk di DPRD.
22. Pindah TPS memilih calon legislatif yang tak tahu siapa, karena minimnya kampanye, dan apatisnya kaum muda sekarang. Mungkin karena kampanye kurang tepat yang membuat ilfell pemilih misalnya dengan kebut-kebutan dijalan, bejibun preman yang kampanye, duh mana sih kaum pelajar yang ikut kampanye?? Aku juga termasuk kaum apatis ini
33. Ayo pilih partai saja. Ingat hanya sedikit dari pemilih yang benar-benar simpatisan partai dan mencoblos partai meski calon legislatif yang diusulkan tidak pas di hati mereka.
44. Jauh kalo harus pulang, libur sehari, buat bolak-balik mudik juga makan waktu seharian. Ini merupakan salah satu minimnya kesadaran cinta Indonesia hehe..
55.  Tiket pulang tuh mahal.. yeah ini masuk akal banget bagi para pemudik yang menggunakan pesawat terbang ke ujung indonesia. Kita tahulah bahwa ga semua mahasiswa perantau itu kaum berada. Tak sedikit dari mereka yang mengandalkan beasiswa dan hidup pas-pasan di kota orang demi cita-cita(salut lah sama yang gini).

Paling tidak itu alasan-alasan dari sedikit orang yang aku tanyai mengenai pemilihan calon legislatif kali ini. Dan dari masalah itu aku memberikan sedikit solusi seperti statusku di atas. Pemilu satu hari libur minimal 3 hari. Kenapa? Karena salah satu tujuan utama liburan untuk mahasiswa adalah saat terbaik untuk mudik, hal ini berarti berkurang kaum golput karena mereka akan memilih di daerah asal, tak ada alasan jauh dan lama di perjalanan karena libur minimal 3 hari. Mereka dapat memilih wakil yang telinganya dekat dengan mereka karena para calon legislati daerah kebanyakan mereka kenal dan sengaja atau tidak mereka mendengar visi-misi para calon legislatif itu dari obrolan tetangga meski mereka tak ikut kampanye.

Yeah itu hanya salah satu argumen yang tetiba terlintas pagi ini. Dan untuk membuat postingan ini aku harus googling tentang berbagai macam hal dari pemilu yang aku hanya tahu permukaannya saja. So, artikel ini masih butuh banyak perbaikan jadi correct me if i wrong (CMIIW). #I just want to share about what i think about pemilu.
Ini beberapa hal yang aku dapet dari hasil searching, semoga bermanfaat.

Cara Pindah TPS
1.     Sang Perantau mengecek apakah dirinya terdaftar di DPT KPU RI (http://data.kpu.go.id/dpt.php).
2.     Jika belum terdaftar, langsung hubungi RT/RW/Kelurahan tempat asal Sang Perantau untuk meminta nama Sang Perantau dimasukkan ke dalam DPK (Daftar Pemilih Khusus).
3.     Jika sudah terdaftar, Sang Perantau silakan pergi ke KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya.
4.     Jangan lupa bawa KTP.
5.     Lapor ke petugas KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya dengan menyebutkan keperluan untuk pindah TPS.
6.     Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan melakukan verifikasi data Sang Perantau.
7.     Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan membuatkan Lembar A5 dan menyerahkannya ke PPS (kelurahan tempat rantau).
8.     Sang Perantau silakan untuk memastikan di TPS mana dia terdaftar (tanyakan ke petugas KPUD Kota/Kabupaten yang membuatkan Lembar A5).
9.     Setelah semua selesai, silakan Sang Perantau mengambil Lembar A5 tersebut di PPS (kelurahan tempat rantau).
10.  Sang Perantau bisa mencoblos pada 9 April 2014.
sumber surat edaran
Jadwal Pemilu



Partai pada Pemilu 2014



Halaman yang bisa kamu kunjungi untuk info pemilu (cukup klik dibawah ini)
*beberapa link diambil dari website pemilu karena belum ketemu waktu googling

Peduli Indonesia! Berkontribusilah untuk indonesia lebih baik ! Semangat Memilih!!!

 

KARENA KITA DIPILIH UNTUK MEMILIH