16 Agustus 2014

Senter di Dinding

Berpuisi dalam Cerita

Entah berapa lama ga pernah nulis cerita fiksi lagi, mungkin serbuan bacaan nonfiksi yang 'harus' menjejali pikiranku menggeser imajinasiku. Atau mungkin terlalu malas membaca beberapa novel yang hanya berakhir rapi dilemari tanpa sempat dibaca membuat refrensi nonfiksiku tak lagi berkembang. Tapi hari itu begitu saja aku menulisnya, cerita singkat dari KOBIMO - Kelas Bimbingan Menulis Online-. Akhirnya aku kembali menulis, bahkan saat itu aku menulis dari ponsel. Terkadang sesuatu mesti berjalan tanpa di rencanakan dan melihat hasilnya untuk tersenyum puas, inilah spontanitasku.... :D



Dan ini dia ceritaku....


Penjara ini gelap, penjara ini dingin. Aku tak tahu apakah segelap itu pula hati ini, yang aku tahu pasti, dia sunyi, tak lagi secerewet dahulu. Hati ini dahulu selalu berbincang membicarakan tindak tandukku. Terkadang marah, terkadang memuji atau dia terlalu sering marah padaku? Ah aku tak ingat, bahkan akupun lupa kapan sunyi ini menjadi kebiasaan hatiku. Senter di dinding mengerjap, terkesiap, pensil di tanganku jatuh ke lantai. Aku menghela nafas, sesunyi ini juga penjara, dia bahkan enggan berdenting saat kayu pesilku menyentuhnya. Kuhela nafasku dalam, pandanganku menatap kosong sketsa seorang lelaki di kanvas. Lelaki muda dengan mata menyala mencerminkan semangat jiwanya. "Aku akan mengabdi pada negeri ini !",lantangnya teriakan lelaki itu berdengung di telingaku. Lelaki itu tampak mempesona di hadapan ribuan massa yang mengelu-elukannya.

Senter di dinding kembali mengerjap, layaknya proyektor yg mengerjap konstan memutar sebuah film. Kini sketsa laki-laki di kanvas itu bergerak, aku bahkan mendengarnya berbicara. Lelaki di kanvasku tengah mengucapkan sumpah jabatan, bulu kudukku merinding mendengan getar suaranya mengucap sumpah. Aku yakin dia pemimpin yang baik. Pemimpin yang mampu memegang amanat ribuan rakyat yang dipikul di bahunya. Ribuan rakyat yang menggenggam tangannya erat ditiap tinjauan dinasnya. Dia pemimpin yang mendapat cinta rakyatnya.

Senter di dinding kembali berkedip. Kini sedikit lama jeda kedipnya, mungkin baterai lupa tekadnya menyalurkan energi untuk si senter. "Mungkin dia lupa janjinya" ,desah seseorang, entah suara siapa yang terdengar dari kanvasku. Tapi tampaknya sketsa lelaki di kanvasku tak menghiraukannya. Dengan angkuh dia masuk mobil mewahnya seusai peresmian Mall yang entah keberapakalinya memakan lapak pasar traditional. Dia bahkan tertawa puas menemukan amplop makin mengisi kantongnya. Bahkan keluh kesah warga akan sulitnya ekonomi kian membuatnya enggan turun ke pasar-pasar tradisional. Kini sketsa wajah lelaki di kanvasku terlihat angkuh. Dia sibuk menghadiri pesta-pesta pengusaha dan investor yang akan lebih menebalkan kantongnya.

Senter di dinding mengerjap, aku menunggunya kembali menyala. Tampaknya senter di dinding itu membuat kesabaranku habis hingga aku harus memukulnya agar menyala kembali. Aku menatap kanvasku, hey kemana perginya lelaki di sketsaku. Aku mendekat dan meraba kanvasku, aku bahkan mengetuk-ngetuk layaknya pintu. "Aku ingin melihat kisahnya lagi ya Allah",bisikku merapal doa. Doa?, aku tertunduk terkejut. Kapan terakhir kali aku berdoa? "Dulu... dulu sekali saat kamu masih mendengarkanku",sebuah suara terdengar dari kanvasku. Aku mendongak, sketsa lelaki di kanvasku muncul dan menatapku pilu. Bukan, bukan tatapannya! Itu tatapanku... sketsa lelaki di kanvas ini adalah aku. Langkahku gontai menjauhi kanvasku, senter di dinding memproyeksikan sesuatu yang mengerikan. Rakyat menghujatku, tatapan-tatapan kecewa itu begitu menyakitkan. Oh itu adalah diriku dengan tangan terborgol digiring ke KPK.

Senter di dinding tak lagi berkedip. Kini dia memberiku kegelapan sempurna untukku menangis dan menyesali tindakanku. "Penjara ini gelap, penjara ini dingin", bisik hatiku. Aku tersedu-sedu memeluk diriku erat. Oh akhirnya dia kembali....

Lutvia, 06-08-2014

Cerita ini sudah diedit penulisannya. Tapi mungkin masih banyak kesalahan. Aku kerepotan masalah tulis menulis. Terima kasih sudah membaca postingan ini, dan aku akan senang sekali jika ada yang mau memberi kritik atau saran tentang tulisan ini. Jika kamu ingin tahu grup yang aku bicarakan, silahkan klik Kobimo. ^^

5 April 2014

Indonesia Putih: Maraknya Golput di Pesta 5tahunan Merah Putih


Pagi ini aku update status facebok
“Mungkin Indonesia bersih dari Golput jika pemilu 1 hari minimal libur 3 hari (ingat sekian % pemilih itu perantau)”
Itu yang aku tulis di FB, inspirasi? Entahlah hanya tiba-tiba terpikir seperti itu. Aku hidup diperantauan, di kota gudeg tempatnya. Tak jauh memang dari kota asalku purwokerto. Tapi tetap saja kota berjuluk kota pelajar ini memberikan kesan tersendiri bagi setiap pendatangnya, karena selain Jakarta, Bandung, Surabaya atau berbagai kota besar lainnya Jogjakarta adalah Indonesia versi mini. Disini kamu bisa bertemu dengan beragam suku di Indonesia mulai dari perantau ujung barat sampai ujung timur, ujung utara sampai ujung selatan (ujung selatannya ya orang jogja :p) ada dikotaJogjakarta ini. Mungkin karena ada universitas sekelas Gadjah Mada di kota ini, dan faktor lainnya ada berpuluh universitas, sekolah tinggi, ataupun sekolah akademik lainnya yang berdiri hampir di seluruh penjuru Jogjakarta sehingga bejibun perantau memilih Jogjakarta sebagai kota rantau mereka.


Apakah ada hubungannya dengan Pemilu? Jelas sekali ini berhubungan erat. Karena pemilih yang syarat utamanya 17 tahun ke atas menumpuk di kota-kota yang memiliki universitas sekelas Gadjah Mada. Dan hubungannya dengan golput pun begitu erat. Aku tak mengadakan survey hanya beberapa saat lalu aktivis kampus marak menyuarakan pindah TPS karena ‘kita dipilih untuk memilih’ dan akupun menanyakan beberapa teman yang untuk mudik saja perlu berjam-jam bahkan seharian penuh untuk bolak-balik. Dan mirisnya tak sedikit yang TIDAK mengurus pindah TPS.

Aku akui pemilu tahun ini pemerintah mengupayakan meminimalisir golput dengan menyediakan TPS dikampus, atau dengan syarat pindah TPS yang begitu mudah [(jika surat suara masih tersedia) tak perlu mengurus datang saja ke TPS terdekat dan pilihlah partaimu -> begitu sosialisasi yang aku dengar). Ini merupakan peningkatan dari pemilu tahun lalu. Tapi koq ya masih banyak yang enggan mengurus pindah TPS.

Akupun tak menyalahkan mereka, alasan mereka cukup logis.
11.   Pindah TPS bukan berarti dapat memilih calon legislatif di daerah asal, padahal telinga wakil rakyat yang paling dekat dengan masyarakat adalah para wakil yang duduk di DPRD.
22. Pindah TPS memilih calon legislatif yang tak tahu siapa, karena minimnya kampanye, dan apatisnya kaum muda sekarang. Mungkin karena kampanye kurang tepat yang membuat ilfell pemilih misalnya dengan kebut-kebutan dijalan, bejibun preman yang kampanye, duh mana sih kaum pelajar yang ikut kampanye?? Aku juga termasuk kaum apatis ini
33. Ayo pilih partai saja. Ingat hanya sedikit dari pemilih yang benar-benar simpatisan partai dan mencoblos partai meski calon legislatif yang diusulkan tidak pas di hati mereka.
44. Jauh kalo harus pulang, libur sehari, buat bolak-balik mudik juga makan waktu seharian. Ini merupakan salah satu minimnya kesadaran cinta Indonesia hehe..
55.  Tiket pulang tuh mahal.. yeah ini masuk akal banget bagi para pemudik yang menggunakan pesawat terbang ke ujung indonesia. Kita tahulah bahwa ga semua mahasiswa perantau itu kaum berada. Tak sedikit dari mereka yang mengandalkan beasiswa dan hidup pas-pasan di kota orang demi cita-cita(salut lah sama yang gini).

Paling tidak itu alasan-alasan dari sedikit orang yang aku tanyai mengenai pemilihan calon legislatif kali ini. Dan dari masalah itu aku memberikan sedikit solusi seperti statusku di atas. Pemilu satu hari libur minimal 3 hari. Kenapa? Karena salah satu tujuan utama liburan untuk mahasiswa adalah saat terbaik untuk mudik, hal ini berarti berkurang kaum golput karena mereka akan memilih di daerah asal, tak ada alasan jauh dan lama di perjalanan karena libur minimal 3 hari. Mereka dapat memilih wakil yang telinganya dekat dengan mereka karena para calon legislati daerah kebanyakan mereka kenal dan sengaja atau tidak mereka mendengar visi-misi para calon legislatif itu dari obrolan tetangga meski mereka tak ikut kampanye.

Yeah itu hanya salah satu argumen yang tetiba terlintas pagi ini. Dan untuk membuat postingan ini aku harus googling tentang berbagai macam hal dari pemilu yang aku hanya tahu permukaannya saja. So, artikel ini masih butuh banyak perbaikan jadi correct me if i wrong (CMIIW). #I just want to share about what i think about pemilu.
Ini beberapa hal yang aku dapet dari hasil searching, semoga bermanfaat.

Cara Pindah TPS
1.     Sang Perantau mengecek apakah dirinya terdaftar di DPT KPU RI (http://data.kpu.go.id/dpt.php).
2.     Jika belum terdaftar, langsung hubungi RT/RW/Kelurahan tempat asal Sang Perantau untuk meminta nama Sang Perantau dimasukkan ke dalam DPK (Daftar Pemilih Khusus).
3.     Jika sudah terdaftar, Sang Perantau silakan pergi ke KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya.
4.     Jangan lupa bawa KTP.
5.     Lapor ke petugas KPUD Kota/Kabupaten di tempat rantaunya dengan menyebutkan keperluan untuk pindah TPS.
6.     Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan melakukan verifikasi data Sang Perantau.
7.     Petugas KPUD Kota/Kabupaten akan membuatkan Lembar A5 dan menyerahkannya ke PPS (kelurahan tempat rantau).
8.     Sang Perantau silakan untuk memastikan di TPS mana dia terdaftar (tanyakan ke petugas KPUD Kota/Kabupaten yang membuatkan Lembar A5).
9.     Setelah semua selesai, silakan Sang Perantau mengambil Lembar A5 tersebut di PPS (kelurahan tempat rantau).
10.  Sang Perantau bisa mencoblos pada 9 April 2014.
sumber surat edaran
Jadwal Pemilu



Partai pada Pemilu 2014



Halaman yang bisa kamu kunjungi untuk info pemilu (cukup klik dibawah ini)
*beberapa link diambil dari website pemilu karena belum ketemu waktu googling

Peduli Indonesia! Berkontribusilah untuk indonesia lebih baik ! Semangat Memilih!!!

 

KARENA KITA DIPILIH UNTUK MEMILIH

31 Maret 2014

You Who Came From Another Star


Dari sekian banyak lagu korea, lagi suka banget lagu ne. Efek penghayatan habis nonton Who You Came From Another Star stripping seharian. Lagunya judulnya Ters like Today yang nyanyi Huh Gak.
Buat yang belum nonton, ne drama recommended bgt buat di download. Baguss pake banget, pemainnya juga cakep-cakep :p
Buat yang mau karokean sendiri,, ne deh liriknya yang habis q googling. Semoga bermanfaat.

Ireoke neol bureudeon geu saram naraneun geol
Nunchi eobsi heureuneun nae nunmul sarangin geol
Neul nae yeope isseonneunde neoin jul moreugo
Wae gidarin neol ango seulpeun yaegiman malhae
Oneul gateun nunmuri deo eolmana namainna
Sarangeul tto ibyeoreul nan molla malhaejullae
Jakkuman bitmuri nunmul doeeo nae apeul garigo
Eodijjeum gago inna oneul gateun nunmuri deo
Eolmana deo nan molla
Eolmana deo nan molla
Nunmul eomneun sarangeun sarangi aniran geol
Ijeseoya arasseo ibyeoldo sarangin geol
Neol dugoseo tteonaya hae neol dugo gaya hae
Wae oneureul almyeonseo saranghandago malhae
Oneul gateun nunmuri deo eolmana namainna
Sarangeul tto ibyeoreul nan molla malhaejullae
Jakkuman bitmuri nunmul doeeo nae apeul garigo
Eodijjeum gago inna oneul gateun nunmuri deo
Eolmana deo nan molla
Eolmana deo nan molla
Oneul gateun nunmuri
Nan molla
Eolmana deo nan molla

30 Maret 2014

Vy


Langitmu tak bertepi Tuhan,,
Samudramu tak habis untukku sekali memandang,,
TanahMu pun teramat luas untukku menapakinya satu persatu,,
Tak kuasa diri ini mengerti dalam sekejap..
Akan kuasaMu membolak-balik hati tiap insan..
Di sini,,
Disedikit tanahmu yang tak terelak dari indah goresanMu..
Disecuil hidup yang kau anugrahkan..
Dideru suara alam yang tak henti bertasbih untukmu..
Di sini...
Berpuluh asa dan harap terucap..
Beribu bisik hati yang sungguh memohon padamu..
Berjuta senandung pikiran yang berceloteh..

Aku masih menantinya, Tuhan...
Belum juga terganti doaku untuknya..
Aku senantiasa merindunya, Tuhan..
Belum hilang rasa ini untuknya..
Aku terlanjur mencinta, Tuhan..
Belum kering tangis ini untuknya..
Tuhan...
Ditepian hidup yang hilang dari manusia memandang..
Tengadah tanganku diujung malamMu,,
Tuhan,,
Pertemukan aku dengannya di janji suci itu...


Jogjakarta, 30032014; 1141
sunyinya dia saat kau tak menggugahnya dengan gerakmu

17 Maret 2014

Untuk Waktu yang Terlewat

Seorang teman pernah memposting quotes di grup wa.
“Hidup itu seperti aliran air di sungai, dia melewati kita setiap saat, namun kita tak akan pernah menyentuh air yang sama, maka buatlah sentuhanmu berarti:
Kurang lebih begitu isi quotesnya. Menurutku mengena banget. Kita ga akan pernah menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya. Begitu pula seistimewa (pengenku) apapun tulisan ini sebagai pembukaku untuk posting di blog lagi, namun tak akan mengganti seluruh bulan yang terlewat dengan ide-ide yang tak tertuang dalam artikel fresh di tiap bulannya lagi. Banyak hal yang terjadi di akhir tahun 2013.

Impianku
Berdiri disini, menyandang NIU, merasakan atmosfir berbeda di universitas ini. Gadjah Mada University akhirnya aku disini. Berjuang lagi, bermimpi lagi, ya aku disini merangkai mimpi yang tak perlu diramalkan, hanya butuh usaha, peluh dan doa untuk mewujudkannya. Dan aku masih terus bermimpi disini sampai usai tujuanku dan aku menemukan mimpi lain.
Cabang Hidupku
Berdiri di dua jalan tak akan membuatmu terlihat keren bak akrobatik yang menuai tepuk tangan tiap orang yang melihatnya. Kau hanya akan merasakan debaran dan ketegangan, hanya melihat satu sama lain tanpa melangkah pasti. Ya kau mungkin bisa melaluinya, tapi apa yang kau dapat diujung. Kepuasan sesaat, tanpa dapat menceritakan petualangan itu. Tidakkah kau merasa perlu melihat sekelilingmu sesaat, bersyukur dan menikmati jalan yang kau bangun dari seruak belukar yang kau tebas? Itu pemikiranku dan aku memutuskan meninggalkan profesi yang belum sempat isap saat lidah ini baru mengecap. Guru. Mengajar dan mendidik, aku ingin menyampaikannya saat pertama kali berdiri di kelas saat itu. “Nak, kalian istimewa, unik, saat kau kesulitan kau hanya perlu mengikuti alurnya. Tak ada yang baik dalam segala hal, maka kau harus menemukan satu hal terbaik dalam dirimu. Peganglah hal itu dan jadilah benar-benar si nomor satu dalam hal itu. Awalnya kau hanya perlu menyukainya”. Kecil, merangkak, bertahan.. SMP YPE Patikraja entah hitam atau abu-abu pandangan untukmu, aku tahu pasti, ada putih yang berjuang disana. Maaf aku berhenti berjuang, aku ingin naik, naik, naik... menuju mimpiku.
Jalan Baru
Actuarial Science, sahabat baru yang akan menuntunku menuju tangga yang lebih tinggi. Suatu saat aku akan menuliskan hal ini tersendiri, agar kau juga bisa mengikuti jejakku, atau bahkan membuat jejak baru di bidang ini ^^
Kamu
Aku belajar melepasnya, melepasnya yang selalu kusebut ditiap doaku. Maafkan aku yang serakah, pemilik cincin itu mungkin lebih berhak memilikinya atas doa yang tiap saat dikirim untuknya. Aku belajar melepasnya, mengeringkan hulu air mata, tak inginku menangisinya yang bahkan bukan untukku. Aku belajar melepaskannya.
Kamu, sang imam yang akan kusetia menjadi ma'mum hidupmu. Aku masih menunggumu, aku memperbaiki diri agar bisa bertemu denganmu disaat yang tepat. Aku merindukanmu, aku mengisi hari yang penuh penantian untukmu. Aku, Kamu, Kita semoga segera dipertemuan dengan jalan Allah swt. aamiiin.
The Other Side
MotoGP selesai ditahun 2013 dengan mengangkat Marquez ke puncak tertinggi di awal kariernya. Rossi masih bersinar diantara bintang muda, menyiapkan resolusi baru di tahun ini. Ready buat tahun ini? Ini dia jadwalnya guys..
Fast and Furious 7 telah dipersiapkan, tapi pecinta movie ini berduka sepanjang akhir tahun 2013, Paul Walker dipanggil Tuhan dengan scenario bak frenchise movie ini, kecelakaan mobil ber cc tinggi yang dinaikinya. Rest in Peace Paul Walker.
Kritik Sosial dan Religi. Astaghfirullah... banyak-banyak bertobat di jaman yang mulai bergeser ini. Ingin menulis hal satu ini, tapi kembali terongok dipojok pikiran. Entah apa yang terjadi, televisi marak memberitakan orang-orang yang menyandang ustadz namun tak dapat mempertanggungjawabkan apa yang disandang di depan namanya. Kembali berserah diri pada Allah, Allah Maha Mengetahui, Allah selalu menunjukan hal terbaik bagi umatnya.
Dorama keren yang aku tonton akhir tahun lalu ada 2 yang pengen aku bagi, Hanazawa Naoki dan Rich Man and Poor Woman. Terlihat tak menarik, tapi sungguh ceritanya wow banget. Dan satu hal aku baru nonton movie Ikuta Toma yang Ningen Shikaku, sayangnya aku rada kecewa nonton movie ini. Tapi lumayan ngilangin kangen nungguin link download Nou Otoko. Oh ya ada tayangan gokil juga Kokoronotomo tentang Jepang gitu tapi penyajiannya beda, keren banget deh, wajib nonton tiap sabtu jam 10 pagi di metro tv. #ngiklan :D

Dan banyak hal dimana air tak dapat disentuh untuk kedua kalinya. Mungkin bakal banyak postingan yang basi soal waktu di tahun 2014 ini, tapi selalu ada hal baru dan semoga bermanfaat buat kamu yang setia baca blog aku. Sekian dulu pemanasan aku untuk start ngblog lagi. Hehe...

Enjoy my site guys,, :DD